This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label mahasiswa. Show all posts
Showing posts with label mahasiswa. Show all posts

Saturday, 14 September 2013

Ketika Mahasiswa Tak Punya Orientasi

Oleh: Dian Marta Wijayanti

Dilihat dari perspektif susunan bahasanya, kata mahasiswa terbentuk dari kata maha dan siswa. Maha diartikan sebagai besar dan siswa diartikan sebagai peserta didik. Sebagai peserta didik yang lebih besar tentunya mahasiswa berbeda dengan siswa. 

SD, SMP, SMA, patutlah seseorang mendapat sebutan siswa. Namun ketika perguruan tinggi sebagai pijakan belajar, predikat mahasiswa menjadi amanah yang harus dijaga.

Banyak orang yang belum paham beda siswa dan mahasiswa. Kata siswa masih erat kaitannya dengan anak yang masih menjadi tanggungjawab penuh orangtua. Uang saku dari orangtua. Makan dari orangtua. Bayar sekolah dari orangtua. Bahkan untuk sekadar biaya pacaran pun bersumber dari kantong orangtua. Semua itu masih terlihat wajar ketika siswa statusnya. 

"Mahasiswa" memberikan tugas yang berbeda bagi peserta didik. Selain dari faktor usia, mahasiswa merupakan proses bagi seseorang yang siap diterjunkan di masyarakat. Bukan berarti mahasiswa merupakan kondisi untuk melepaskan diri dari orangtua. Justru mahasiswa menjadi alasan bagi seseorang untuk lebih mendekatkan diri dengan orangtua. Mendekatkan diri disini bukan berarti bermanja-manja ria layaknya anak TK yang ingin dibelikan ice cream. Kedekatan yang sebenarnya dapat diwujudkan dengan bertanggungjawab. Selain itu juga keberhasilan yang dapat ditunjukkan kepada bapak-ibu di rumah. 

Fenomena yang banyak terjadi saat ini adalah banyaknya mahasiswa yang tidak memiliki kejelasan orientasi. Kuliah hanya kuliah. Ngekost hanya ngekost. Alasan bagi mereka untuk kuliah seakan masih sepi. Bahkan bisa dikatakan seakan hanya sekadar formalitas. Ya, formalitas setelah SMA maka kuliah. Setelah kuliah maka kuliah lagi. Tidak jarang apa yang dijalani tidak sesuai dengan keinginan yang sebenarnya akan dikembangkan pada kehidupannya mendatang. Padahal seperti yang diketahui bahwa kuliah merupakan tangga yang akan dilewati untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Bukan berarti tanpa kuliah kehidupan seseorang tidak bisa baik. Tapi paling tidak kuliah merupakan salah satu jalan untuk menimba ilmu dan mencari ilmu itu kewajiban bagi seluruh umat manusia.

Tentukan orientasimu sekarang, perjuangkan, dan siapkan diri menatap masa depan cerah.

Wednesday, 3 July 2013

"All is Well" Presentasi pun Lancar

Presentasi adalah aktivitas yang tidak terlepas kegiatan mahasiswa. Hampir setiap pertemuan mahasiswa selalu dihadapkan dengan presentasi dan tanya jawab baik itu dengan sesama mahasiswa maupun langsung bersama bapak ibu dosen. Beberapa hal sering kali menjadi penyebab seseorang tidak lancar dalam menyampaikan materi presentasi, seperti tidak percaya diri, takut, maupun tidak siap. Dari berbagai hambatan itu pada dasarnya hanya disebabkan oleh satu hal yaitu KESIAPAN. Ketika seseorang telah siap mengikuti presentasi tentu ia dapat menyampaikan materi dengan lancar. Begitu pula sebaliknya ketika yang ada adalah ketidaksiapan, maka presentasi pun dapat terhambat.

Untuk kesekian kalinya pada kesempatan ini saya akan berbagi tips bagi teman-teman agar dapat percaya diri mempresentasikan materi dengan baik:
1. Menguasai materi
Bagian terpenting dari sebuah presentasi adalah penguasaan materi. Presentasi yang memiliki tujuan untuk menyampaikan suatu maksud hendaknya sesuai dengan materi yang sebelumnya telah dipersiapkan. Jangan sampai isi presentasi keluar dari paper yang telah ditulis. Penguasaan materi presentasi tidak harus dihafalkan. Presentator dapat membaca materi berulang kali sambil memperhatikan slide tanpa harus menghafalkan masing-masing bagian.

2. Mempersiapkan slide 
Slide presentasi tidak harus berjumlah banyak. Jumlah slide disesuaikan pada bagian-bagian terpenting dari materi yang akan disampaikan. Strategi copy-paste paragraf pada slide bukanlah cara yang baik. Peserta presentasi (penonton) akan merasa bosan dengan slide yang terlalu panjang dan ruwet. Slide yang simpel dengan berbagai animasi cantik akan lebih menarik perhatian penonton.

3. Menyiapkan catatan kecil
Manusia tak pernah luput dari lupa. Untuk mengantisipasi hal tersebut presentator dapat membuat catatan kecil di selembar kertas sesuai urutan slide yang akan disampaikan. Tujuan dari pembuatan catatan kecil ini adalah sebagai alat pengingat dan garis merah hal-hal yang penting untuk disampaikan.

4. Menyiapkan media
Media presentasi memberikan peran tambahan dalam kemenarikan presentasi. Dengan adanya media yang sesuai dengan materi presentasi, penonton akan lebih mudah memahami objek. Apalagi jika presentator mampu memberikan contoh-contoh yang jelas melalui media yang telah dipersiapkan.

5. Menyusun beberapa pertanyaan yang dimungkinkan akan keluar
Dengan telah memahami materi yang akan disampaikan, presentator dapat meramalkan pertanyaan-pertanyaan yang sekiranya akan muncul ketika presentasi berlangsung. Setelah menyusun pertanyaan presentator dapat mempersiapkan alternatif jawaban. Hal ini secara tidak langsung dapat memperdalam pengetahuan presentator.

6. Memulai presentasi dengan senyum dan salam yang mantap
Ketika perasaan merasa belum siap dan kurang PeDe dalam memulai presentasi, presentator dapat memulai dengan senyum seraya berdoa di dalam hati agar diberikan kemudahan selama presentasi berlangsung. Keyakinan dalam hati memberikan power yang luar biasa untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi dalam presentasi.

Berikut tadi adalah tips-tips yang dapat saya berikan. Semoga bermanfaat ^_^

IP Cumlaude, mau dong .... !

Siapa sih yang nggak pengen dapat IP cumlaude?
IP cumlaude adalah impian setiap mahasiswa yang memiliki target untuk memberikan yang terbaik bagi kedua orang tuanya. Namun untuk mendapat predikat cumlaude, mahasiswa butuh perjuangan yang tidak main-main. Beberapa cara telah mahasiswa lakukan tapi masih saja ada yang belum mampu menggapainya. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mendapatkan IP cumlaude berdasarkan pengalaman penulis:

1. Kehadiran lebih dari 75% 
Kehadiran memiliki peran yang penting dalam perkuliahan. Mahasiswa dengan kehadiran kurang dari 75% tidak akan diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian akhir semester. Meskipun mendapatkan kebijakan khusus untuk mengikuti ujian dengan berbagai persyaratan. Tentu saja nilai yang diberikan oleh dosen tidak akan semaksimal mahasiswa yang rajin masuk kuliah.

2. Aktif dalam perkuliahan
Mahasiswa yang aktif bukan hanya mahasiswa yang rajin masuk kuliah. Keaktifan seorang mahasiswa entah itu dalam bertanya, memberikan tanggapan, maupun menyampaikan gagasannya akan lebih mendapatkan tempat di hati dosen maupun teman seperjuangan. Mahasiswa yang mampu menyampaikan gagasan memperlihatkan bahwa dirinya mengusai materi kuliah serta memberikan perhatian yang lebih dibandingkan mahasiswa yang lain.

3. Mengumpulkan tugas sebaik mungkin dan tepat waktu
Perkuliahan tidak lepas dengan pemberian tugas dari dosen. Setiap dosen biasanya akan memberikan tenggang waktu (deadline) kepada mahasiswa untuk mengumpulkan tugas tersebut. Tugas yang dikumpulkan tepat waktu tentu akan lebih diperhatikan oleh dosen daripada tugas yang dikumpulkan melebihi batas tenggang yang telah diberikan. Sebaiknya sesulit apapun tugas itu mahasiswa mau berusaha menyelesaikannya sebaik mungkin. Sehingga tugas-tugas yang ada dapat dijadikan pembelajaran bagi mahasiswa agar tidak terlalu keberatan ketika menghadapi ujian semester.

4. Mengerjakan soal ujian semester sebaik mungkin 
Ujian semester adalah puncak yang akan dihadapi mahasiswa di ujung semester. Biasanya mahasiswa akan menggunakan sistem SKS (Sinau Kebut Sewengi) untuk mempersiapkan ujian yang akan dihadapi dikeesokan harinya. Kebiasaan seperti ini akan lebih baik jika mulai dikurangi. Melihat cara belajar yang serba instan, tentunya hasil didapatkan pun tidak akan sebaik pemahaman yang diperoleh dari hasil proses tahap demi tahap. Oleh karena itu, belajar dari proses lebih bermakna daripada hasil menghafal. 

5. Ramah terhadap dosen
Memiliki sikap yang ramah terhadap dosen secara langsung memang tidak memiliki pengaruh terhadap nilai. Namun, afektif yang baik seperti ini paling tidak dapat menjaga hubungan silaturahmi antara mahasiswa dan dosen. Dosen tentunya akan menghargai mahasiswa yang ramah, murah senyum, serta menghormatinya daripada mahasiswa yang urak-an.

6. Berdoa
Doa adalah ikhtiar terakhir yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mendapatkan nilai cumlaude. Hubungan personal mahasiswa terhadap TuhanNya akan memberikan ketenangan batin sehingga segala proses yang dialami dapat lebih berkah dan bermanfaat.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More