This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Monday, 7 May 2012
NGURI-NGURI PERPUSTAKAAN PATABA
Sunday, 29 April 2012
Mahasiswa Berprestasi FIP Unnes 2012
Menjelang adzan maghrib juri pemilihan mahasiswa berprestasi FIP Unnes 2012 mengumumkan hasil yang telah dinanti-nantikan oleh ke-14 peserta. Penilaian mahasiswa berprestasi merupakan kesatuan proses kompleks meliputi:
1. IPK
2. Kegiatan ko dan ekstrakurikuler
3. Karya ilmiah
4. Bahasa Inggris
5. Kepribadian
Ibu Nuzulia sebagai perwakilan tim juri membacakan hasil pengumuman yang dimulai dari juara ketiga. LUAR BIASA! Ketiga juara mahasiswa berprestasi FIP Unnes 2012 diraih oleh jurusan PGSD
Juara 1: Muhamad Taufik Hidayat (PGSD UPP Tegal)
Juara 2: Dian Marta Wijayanti (PGSD UPP Ngaliyan)
Juara 3: Galih Suci Pratama (PGSD UPP Ngaliyan)
Berdasarkan keputusan di awal, juara 1 dan 2 akan mewakili Fakultas Ilmu Pendidikan menuju seleksi Mahasiswa Berprestasi Universitas Negeri Semarang yang Insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 10 dan 14 Mei 2012.
Bismillahirrohmanirrohiiim, semoga FIP sukses di pemilihan Mahasiswa Berprestasi Unnes 2012.
Amiiiiin
27 April 2012.
Thursday, 26 April 2012
Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FIP Unnes
Monday, 9 April 2012
My Inspirator
Tuesday, 13 March 2012
PROMOTION CAMPAIGN BY TEACHER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN GEMAR MENABUNG PADA ANAK SEKOLAH DASAR
| Berdasarkan materi yang telah disajikan sebelumnya bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan awal anak diantara adalah hubungan antar pribadi yang menyenangkan, keadaan emosi, metode melatih anak, peran yang dini, struktur keluarga di massa kanak-kanak, dan rangsangan lingkungan. Lima dari enam faktor yang disebutkan di atas telah memenuhi karakteristik dari program Promotion Campaign By Teacher. Hubungan antar pribadi yang menyenangkan antara guru dan siswa di dalam kelas akan menumbuhkan rasa kasih sayang antara siswa dan guru. Rasa sayang merupakan modal awal dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar mengajar tidak akan berjalan membosankan. Namun akan hubungan kerjasama timbal balik yang positif antara guru dan siswa. Guru akan mampu menyampaikan kampanye gemar menabung kepada siswa secara efektif. Sedangkan siswa pun mampu menangkap materi dan berlatih untuk melaksanakannya. Metode pengajaran yang kreatif dan inovatif dari guru akan membantu proses pengolahan emosi pada diri siswa. Model pembelajaran tepat untuk mengembangkan pembelajaran yang menarik, bermakna dan menyenangkan merupakan suatu strategi untuk meredam emosi anak yang tinggi. Hal ini dapat terjadi karena proses pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan dan kegiatan menyenangkan. Seperti yang telah diketahui bahwa siswa usia Sekolah Dasar menyukai pembelajaran yang dikolaborasikan dengan permainan baru yang menarik dan menyenangkan. Pemberian pelatihan kepada anak untuk menabung pun dapat dilakukan oleh guru di sekolah. Dalam konteksnya guru mengenalkan gambar buku tabungan kepada siswa dan melatih siswa untuk mengenal tentang tabungan terlebih dahulu (learning to know). Setelah mengetahui guru mengarahkan siswa untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu mempunyai buku tabungan. Untuk pelajar buku tabungan dapat berupa Tabanas maupun Tapelpram(learning to do). Siswa tidak hanya diajak untuk menabung di bank. Namun siswa juga diarahkan sebagai manusia yang hemat dan bersedia menjaga tabungannya secara kontinu(learning to be). Kemudian siswa diharapkan dapat hidup di antara masyarakat yang gemar menabung. Bahkan diharapkan siswa sebagai seorang terpelajar mampu menyemarakkan gemar menabung diantara teman-temannya maupun masyarakat(learning to live together). Peran aktif siswa di dalam kelas akan menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam melaksanakan setiap hal. Kepercayaan diri ini nantinya akan membuat siswa tertarik dan percaya bahwa materi yang telah didapatkan di sekolah terbukti kebenarannya. Sehingga siswa akan tertarik untuk ikut menyimpan tabungannya di Bank karena mereka percaya bahwa menabung adalah hal yang menguntungkan. Sekolah sebagai lingkungan pendidikan sangat mempengaruhi perilaku anak. Apalagi Sekolah Dasar sebagai jenjang pendidikan dasar yang diharapkan mampu mencetak karakteristik terpuji di masa usia dini anak. Sekolah dengan sistem manajemen yang bagus dalam pembelajaran akan membantu siswa membentuk pribadi yang baik. Tenaga pengajar yang profesional memegang peranan aktif dalam membentuk pribadi anak secara langsung (faktor intern). Sehingga guru yang menguasai model pembelajaran inovatif, akan mampu menyampaikan pesan kampanye gemar menabung di kalangan siswa. Kegiatan menabung seyogyanya tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa. Namun anak pun harus ikut berperan serta dalam kegiatan menabung. Khususnya pada anak usia sekolah dasar sebagai aset bangsa hendaknya memiliki jiwa gemar menabung sejak usia dini. Hal ini dikarenakan kebiasaan sejak usia dini akan memberikan banyak pengalaman dan pelajaran bagi anak. Diantaranya adalah anak telah memahami tentang maslah perbankkan. Anak juga telah mampu bersosialisasi dengan nasabah yang lain. Bahkan secara tidak langsung anak juga telah membantu menopang perekonomian daerah. Anak dengan kebiasaan gemar menabung akan selalu kontinu menyimpan uangnya di bank. Jadi secara tidak langsung anak telah membantu dalam operasional yang dilakukan oleh bank terhadap nasabah yang lain. Baik itu program simpan pinjam maupun pemberian kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Anak yang belum memiliki kebutuhan besar dan hanya memiliki tujuan mencari keamanan penyimpanan uang di Bank adalah kerjasama yang bagus bagi keuangan daerah. Hal ini dikarenakan dengan uang tabungan tersebut dapat dialokasikan terhadap pemberian kredit bagi UMKM yang ada di daerah tersebut. Sebagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tentunya pengusaha membutuhkan banyak modal untuk mengembangkan usahanya. Biasanya pengusaha lebih memilih meminjam modal di Bank pemerintah agar tidak terjerat pengembalian bunga tinggi yang akan merugikan usahanya. Dari modal tersebut pengusaha mengalokasikan dana pinjaman sebagai modal untuk pembelian keperluan usaha. Usaha yang berjalan maju akan memberikan keuntungan bagi pengusaha sehingga pengembalian pinjaman kepada bank pun dapat dengan mudah dilaksanakan. Setelah pengembalian dana tersebut pengusaha masih bisa menjalankan usahanya dengan modal bersih yang mereka miliki dari keuntungan modal pinjaman sebelumnya. Manajemen keuangan ini pun akan terus berputar sampai kesuksesan UMKM menjadi usaha besar yang mampu merekrut banyak karyawan sehingga dapat mengurangi pengangguran di daerah. |
DAFTAR PUSTAKA
DANDI
Biasanya Dandi mencari rumput di sawah dan di sekitar rumahnya. Rumput yang cukup tebal di sekitar rumahnya membuat Dandi merasa di ringankan untuk tidak perlu berjalan jauh mencari bahan pakan kambing-kambingnya. Inilah, singkat cerita dari Dandi anak berusia 11 tahun yang mencari rumput sekaligus membersihkan rumput-rumput di sekitar rumahnya.
Thursday, 9 February 2012
Sebuah Opini: JURNAL ILMIAH SEBAGAI SYARAT LULUS S1
Berita ini tentunya mengagetkan beribu-ribu mahasiswa Perguruan Tinggi di Indonesia. Keberadaan jurnal ilmiah di Indonesia yang terhitung hanya sekitar 2000-an sementara mahasiswa Indonesia yang begitu banyak apakah sudah siap untuk mempublikasikan hasil karya mahasiswa tersebut? Sementara telah kita ketahui sendiri bahwa tidak semua mahasiswa memiliki minat dalam hal akademisi bidang kepenulisan. Lebih pentingnya lagi, sampai saat ini masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui gambaran dari jurnal ilmiah yang nantinya harus mereka persiapkan sebagai syarat kelulusan S1, S2, maupun S3-nya. Khususnya bagi mahasiswa S1 yang masih menganggap jurnal ilmiah sebagai hal asing yang belum banyak mereka gunakan dalam mengikuti perkuliahan.
Pembicaraan mengenai jurnal ilmiah pun tidak hanya menjadi sorotan dalam setiap pertemuan. Namun, dari berbagai jejaring sosial banyak mahasiswa yang membicarakan tentang ketidaksiapan mereka untuk memproduksi jurnal ilmiah seperti yang diinginkan oleh pemerintah. Tidak hanya itu, mahasiswa juga belum memahami alur yang harus ditempuh untuk dapat menerbitkan makalah ke dalam jurnal ilmiah.









