This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, 23 December 2018

Tips Lulus PPG

Tantangan guru semakin besar, termasuk untuk mendapatkan sertifikat pendidik. Jika dulu kita menenal istilah PLPG untuk memperoleh sertifikat pendidik guru, saat ini munculah istilah baru yang disebut PPG. PPG adalah Pendidikan Profesi Guru yang berada di bawah Ristekdikti

Sunday, 2 December 2018

Kembali Setelah 4 tahun Menghilang

Hallo sahabat blogger,
Setelah 4 tahun menghilang dari blog ini. Dian datang lagi nih. Yah, namanya juga sudah 4 tahun. Pastinya sudah banyak yang terlewati dalam kurun waktu selama itu.
Oke sobat, saat ini saya masih mengajar di sekolah yang sama yaitu di SDN Sampangan 01. Saat ini saya mengajar kelas 5 dengan menerapkan kurikulum hebat yaitu kurikulum 2013.
Dalam penerapan kurikulum ini guru memang nggak boleh santai-santai lagi ya. Administrasi kelas semakin banyak, apalagi lembar penilaiannya. Hmmm, pastinya semakin ribet karena harus mencakup ranah koginif, afektif, dan psikomotorik.
Untuk penilaian KD 1 dan KD biasanya saya menggunakan jjurnal harian. Jadi ya hanya yang penting-penting saja yang saya tulis pada jurnal tersebut. Jadi nanti saat mengisi rapor pun nggak ribet apalagi kalau kita pakai aplikasi. Ketika tidak diisi kan otomatis nilai anak akan keluar "B". Sementara anak-anak yang "kurang" maupun yang "hiper" nilainya akan muncul berbeda dari mereka yang kita kosongi nilainya.
Untuk pengetahuan saya buat daftar nilai sendiri. Ya, saya lebih suka pakai buku kwarto yang digrasi-garis. Meskipun dianggap nggak kekinian tapi saya enjoy dengan daftar nilai saya. Nggak mungkin juga kan nilai langsung masuk excel. Kalau ada monitoring masa' iya pengawasnya diminta lihat di laptop. haha ... Atau kalau file kemakan virus kan bakal galau banget tuh nantinya. So, saya tetap pakai manuak. Adapun KD 4 saya menggunakan lembar penilaian menyerupai KD 3. Memang saya tidak membuat penilaian seribet yang di buku guru karena menurut saya ya ... beberapa ada yang susah diikuti apalagi siswa di kelas saya cukup gemuk jumlahnya.
But, bagaimanapun bentuknya menurut saya tidak ada yang salah. yang salah itu kalau si guru nggak punya daftar nilai atau tidak mau menilai. haha
Semangat mengajar Bapak Ibu Guru
Guru Mulia Karena Karya
:-)

Sunday, 15 February 2015

Gladi Bersih Prajabatan Golongan III Angkatan III CPNS Kota Semarang

Ini adalah hari pertama kami memasuki asrama diklat prajabatan bagi CPNS Golongan III Gelombang III Kota Semarang. Bertempat di Jalan Fatmawati No 73 Kota Semarang, kami bersinergi untuk masuk bersama dan lulus bersama.
Kegiatan dimulai pukul 09.00. Dengan seragam atasan berwarna putih polos dan bawahan gelap, dilengkapi dasi hitam di leher kami terlihat layaknya "siswa". Ya, di sini kami memang berstatus sebagai siswa. Maka dari itu, kedisiplinan adalah unsur utama yang harus kami bertanggung jawabkan sampai kegiatan prajabatan ini usai.
Panitia menjadwalkan kegiatan prajabatan dimulai dari tanggal 16 Februari-26 Maret 2015. Kegiatannya memang lebih lama dibandingkan diklat bagi tenaga honorer. Maklum saja, kami yang berasal dari formasi umum memang belum begitu banyak pengalaman dibandingkan para senior yang sudah bertahun-tahun mengabdikan diri di lingkungan kerja.
Sebagai peserta diklat yang hamil tua. Saya sangat bahagia karena teman-teman dan panitia sangat menghargai dan mengerti kondisi saya. Insya Allah saya akan mengikuti kegiatan ini sebaik mungkin. Sesuai slogan yang bersama-sama kami usung "KOMPAK, SEHAT, SUKSES"
Insya Allah dengan rasa bahagia, ikhlas, tidak stres, dan tidak terbebani. semua ini akan menjadi berkah :-)
Sampai jumpa dicerita berikutnya.
:-)
Salam semangat :-)

Saturday, 29 November 2014

Buku Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner?

Guru SD selama saya hidup, masih jarang yang menulis buku. Jangankan guru SD, banyak dosen dan doktor di negeri ini masih miskin karya. Ya, lewat semangat mengubah pola pikir, saya menuangkan ide dalam buku Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner ini dengan berbagai macam sudut pandang.

Bab pertama, berisi PGSD sebagai embrio guru SD. Bab kedua, berisi konsep, wacana dan ciri serta karakter guru SD Revolusioner. Bab ketiga, guru revolusioner sebagai kunci pendidikan.

Sejak SMA, saya memang sudah suka nulis Karya Tulis Ilmiah. Saat duduk di kampus PGSD Unnes, saya juga sering ikut LKTI. Saat lulus dan kuliah di PPs Unnes, saya mencoba menulis di media massa, jurnal dan beberapa penelitian. Kini, buku Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner menjadi buku pertama saya. Selamat membaca!

Jika ingin tahu detail sinopsisnya, baca juga Sinopsis Buku Siapkah Saya Menjadi Guru Revolusioner.

Judul : Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner?
Penulis : Hamidulloh Ibda dan Dian Marta Wijayanti
Tebal : xi + 156 Halaman
Penerbit : Kalam Nusantara
Cetakan : Pertama, 25 November 2014
ISBN : 978-602-97319-9-6
Harga: Rp 25.000 (berhadiah 1 pena cantik)
Harga Belum Termasuk Ongkos Kirim

Tuesday, 7 October 2014

Mengapa Harus 3 atau 4 Titik?

Kesannya sepele dan tidak penting. Tapi sebenarnya ini sangat penting. Banyak yang tidak mempedulikan mengapa ketika memberikan pertanyaan isian singkat bagi siswa, jumlah titik yang digunakan ada 4.
Contohnya:
1. Persamaan kata senang adalah ....
2. Nama lain dari ovipar adalah ....
Sedangkan jika jawaban ada di tengah kalimat, jumlah titik-titiknya hanya 3.
Contohnya:
Contoh hewan yang berkembangbiak secara ovovivipar adalah ... dan ....
Menurut kaidah penulisan soal, jumlah titik yang digunakan "ada" aturannya. Tiga titik dimaksudkan menggantikan kata yang ditanyakan, sedangkan satu titik merupakan penutup kalimat. Maka dari itu, jika jawaban ada di tengah kalimat jumlah titik yang digunakan hanya 3. Namun, jika jawaban ada di akhir kalimat jumlah titik yang digunakan ada 4.
Demikian tadi sedikit ulasan tentang kaidah jumlah titik dalam penulisan soal. Semoga bermanfaat.
Salam berbagi untuk kemajuan pendidikan Indonesia.


Saturday, 27 September 2014

Menolak Pragmatisme Pendidikan



Tulisan ini dimuat di Koran Muria, Jumat 26 September 2014
Oleh : Dian Marta Wijayanti, S.Pd
Tim Asesor EGRA USAID Prioritas Jawa Tengah

Saturday, 13 September 2014

Do The Best

Selama ini, banyak sekali hal di luar dugaan yang mau tidak mau harus aku jalani. Bahkan mimpi yang bertahun-tahun aku kejar, tak sedikit pula yang kabur begitu saja. 

Kecewa
Jujur, rasa kecewa tentunya ada. Tapi, apa gunanya memelihara "kekecewaan". Bukankah yang pergi itu hanya "sekadar" mimpi, sedangkan yang ku jalani ini adalah "kenyataan".
Ya, pernyataan itulah yang seringkali membangunkanku ketika dada ini terasa sesak menyesali beberapa hal yang telah berlalu. Saya bukanlah manusia yang pintar, saya hanya punya "usaha". Karena saya yakin, setiap hal yang kita dapatkan saat ini hasil hasil tanam di masa lalu. 

Do the Best
Do the best adalah satu-satunya jalan yang bisa dilakukan. Ya, dalam setiap hal. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita di hari esok. Melakukan yang terbaik tentu menjadi "kewajiban". Karena yang namanya kesuksesan hanya diri kita dan Tuhan yang dapat menjaminnya. Tidak bagi yang lain. Seberapapun besar orang lain menolong, jika kita hanya berleha-leha tentu kesuksesan "enggan" mendekati kita. Berbeda dengan kondisi ketika seseorang memiliki "secuil potensi" tapi rajin mengasahnya. Tentu setelah do the best ia akan get the best dan Insya Allah be the best pula.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More